Antara Dugaan dan Kenyataan


إِحَالَتُكَ الْاَعْمَالَ عَلَى وُجُوْدِ الْفَرَاغِ مِنْ رُعُوْنَاتِ النَّفْسِ
 

“Ah, gampang. Insya Allah aku akan mulai serius beribadah nanti kalau waktunya sudah tepat. Itu bisa jadi nanti kalau aku sudah kaya, kalau sudah menikah, nanti sudah tua, atau kalau sudah mapan. Dan masih banyak lagi alasan yang lain.” Padahal aku sadar problem hidup dan kehidupan ini begitu kompleks. Rasanya gatal tangan ini kalau aku berdiam diri tidak melakukan apa-apa untuk perubahan.
Antara Duga dan Nyata image
Ilustrasi: Antara Duga dan Nyata

Antara Duga dan Nyata

Maka dalam setiap munajat, sering kali akau mengadu, “ Tuhan, permasalahan dunia ini sungguh sangat rumit, ya. Tanpa campur tangan Engkau mengubah hidupku, akau hanyalah sampah dan bukan apa-apa. Lalu bagaimana aku punya andil menegakkan syari’at – Mu di bumi ini., Tuhan?”

Apakah hanya sampai di situ? Lalu apa yang harus aku lakukan. Apakah akau melompat dan menghindari semua tanggung jawab yang mestinya aku lakukan? (disarikan dari kitab al Hikam Ibn 'Athoillah untuk semua, karya Abdurrahman El 'Ashiy.)