21 Oktober

Kedudukan Anak dalam Pandangan Islam

 

anak muslim

RembauHariIni - Islam sangat rinci dalam memberikan anjuran bagi manusia. Segala sisi hidup manusia terdapat aturannya dalam Agama Islam. Termasuk juga tentang anak keturunan. Berikut artikel mengenai Kedudukan Anak dalam Pandangan Islam.

Mendidik anak dalam Islam harus didasarkan pada petunjuk dari Allah, yaitu Al-Quran, karena Al-Qur’an tidak hanya membahas tentang kewajiban anak kepada orang tua, namun juga kewajiban orang tua kepada anaknya.

Dan berikut ini adalah pandangan Al-Quran tentang anak, yang perlu kita ketahui dalam mendidik anak:

1. Anak sebagai Amanah bagi Orangtuanya

Selayaknya para bijak mengatakan bahwa sesungguhnya anak-anak bukanlah milik kita; mereka adalah titipan dari Allah kepada kita. Untuk itu sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mendidik anak sesuai dengan yang telah Allah perintahkan. Jadi, adalah kesalahan bagi orang tua apabila seorang anak jauh dari ajaran Islam.

2. Anak sebagai Generasi Penerus

Anak adalah harapan di masa depan; merekalah kelak yang akan menjadi pengaman dan pelopor masa depan agama dan bangsa. Jadi wajib bagi kita mendidik mereka untuk menjadi generasi tangguh di masa depan. Lebih jauh, Allah memerintahkan kita sebagai orang tua untuk menjauhkan mreeka dari api neraka kelak.

3. Anak adalah Tabungan Amal Kita di Akhirat

Seperti telah kita tahu, bahwa selain amal kita di dunia, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang saleh merupakan amalan yang pahalanya akan terus mengalir hingga hari penghitungan kelak.

Itulah tadi artikel tentang Kedudukan Anak dalam Pandangan Islam. Semoga menjadikan manfaat.


Baca juga artikel terkait: Memahami dunia anak-anak

12 Oktober

Memahami Dunia Anak-Anak

dunia anak


Rembau Hari Ini - Sebagai muslim yang baik, tentunya kita ingin memiliki keturunan yang dapat meneruskan perjuangan dalam agama. Kita tentu ingin memiliki anak yang sholeh atau sholehah, yang berbakti kepada orang tua dan memiliki pengetahuan agama. Untuk itu kita juga harus memahami dunia anak-anak.

Setiap orang tua tentu berkeinginan agar anak-anaknya kelak tumbuh menjadi anak yang sehat, anak yang cerdas, anak yang kreatif, anak yang mandiri, anak yang sholeh/sholehah, anak yang bertaqwa. Dan mungkin masih banyak harapan-harapan lainnya sebagai orang tua.

Meskipun bukan untuk menjadikan anak yang sempurna (karena tidak ada manusia yang sempurna), tapi untuk menjadi yang terbaik. Semua kita lakukan semata-mata untuk kebaikan anak-anak.

Dunia anak-anak tentu berbeda dengan dunia kita, dunia orang dewasa. Anak-anak memiliki pribadi yang unik. Berikut ini kiat memahami anak-anak yang perlu kita ketahui, yaitu:

1. Dunia anak, dunia bermain.

Dunia anak-anak adalah dunia bermain, hampir semua kegiatannya adalah bermain. Bermain sambil belajar (belajar sambil bermain), mengeksprolasi benda-benda yang ada di sekitar mereka merupakan kegiatan yang menyenangkan. Arahkan pada permainan yang merangsang pertumbuhan otak dan phisiknya. Perhatikan dalam memilih mainan untuk anak-anak ataupun memilih permainan anak.

2. Suka meniru.

Entah kita sadar atau tidak, apa yang kita ucapkan, kita lakukan, tentu akan ditiru anak-anak. Makanya kita sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik pada anak-anak. Anak-anak adalah cermin orang tuanya. Tapi bukan hanya dari orang tua saja, anak-anak akan meniru dari lingkungan sekitar atau media lain seperti televisi. Orang tua harus selektif dalam hal ini.

3. Masih berkembang.

Anak-anak masih berkembang baik secara fisik maupun phikis. Dengan melalui beberapa tahap, akan membentuk kepribadian anak itu sendiri.

4. Anak-anak tetaplah anak-anak.

Mereka belum dewasa, maka jangan dibandingkan dengan orang dewasa. Baik dari pola pikirnya, apalagi dari phisiknya.

5. Kreatif

Selain tumbuh dan berkembang, anak-anak adalah pribadi yang kreatif, suka bertanya, rasa ingin tahu yang tinggi, suka berimajinasi. Kalau anak bertanya tentang sesuatu, jawablah sesuai usia anak. Penjelasan yang berbelit-belit akan susah diterima anak. Sampaikanlah dengan bahasa anak-anak, bahasa yang mudah di mengerti, sesuai kemampuan mereka dalam menerima informasi baru.

Aish (2 tahun), yang sedang asyik bermain balok susun, tiba-tiba langsung berdiri, terus naik ke atas kursi. Pandangan matanya ke arah jendela, mulutnya berbicara pelan, sambil tangannya bergerak ke kanan dan ke kiri. Ternyata dia bicara sama seekor burung yang hinggap di jendela. Kalau kita orang dewasa, melihat burung hinggap di jendela merupakan hal yang biasa. Tapi bagi anak-anak hal itu menarik perhatiannya, menimbulkan rasa ingin tahu, burungnya sedang apa di jendela, ada berapa ekor dan sebagainya. Dan juga si anak akan mengenal suaranya, bahwa suara burung itu cuit-cuit, belajar bicara, menambah kosa katanya.

Kadang kita merasa tingkah mereka lucu, tapi itulah dunia mereka, dunia anak-anak. Kita sebagai orang tua harus memahami kreatifitas anak-anak dan mengarahkannya ke hal-hal yang positif.


Bacaan lainnya: 15 Kalimat Bersyukur

11 September

15 Kalimat Bijak Tentang Bersyukur

 

bersyukur

Tak ada manusia dimuka bumi ini yang lepas dari masalah, dan penderitaan datang silih berganti dan tak pernah usai hingga kita berhenti bernafas. Terkadang kita merasakan ketidakadilan yang terjadi kepada kita, dikala melihat orang yang lebih dari kita. Lebih bahagia, lebih kaya, lebih sukses, lebih cantik/ tampan, lebih disukai orang-orang, lebih populer, dll. Namun ada yang perlu kita ketahui bahwa setiap menusia ditakdirkan dan memiliki ujiannya masing-masing. Bersyukur adalah cara yang terbaik agar kita merasa cukup dengan setiap kejadian, bahkan ketika kita merasa kesusahan.

Bersyukurlah disaat kita dalam kondisi apapun, Allah tak pernah memberikan cobaan diluar kemampuan manusia. Allah memberikan kita ujian karena Dia percaya bahwa kita mampu melewati semua cobaan dengan kesabaran dan ketawakalan. Ingatlah bahwa ada yang lebih kesusahan dibanding kita, ada yang lebih menderita dibanding kita, meski kita merasa kesulitan untuk memahami keadaannya, namun kita senantiasa sama-sama belajar bersyukur. Bersyukur karena kita masih bernafas dan Allah masih memberikan kita kesehatan dan umur untuk memperbaiki amalan kita, untuk menghapus dosa-dosa kita, untuk membekali diri dengan kebaikan. Marilah kita mengambil hikmah dan sisi positif dari setiap kejadian, dan Allah merahasiakan masa depan kita adalah untuk menguji kesabaran kita, agar berprasangka yang baik, berusaha yang terbaik, dan bersyukur atas rahmat-Nya.

Berikut adalah 15 kata bijak tentang bersyukur:

1. "Kita mungkin tak akan pernah memiliki segalanya, namun kita juga tak akan pernah tidak memiliki apa pun. Hargai dan bersyukurlah."

2. "Tuhan, terima kasih untuk rezeki yang Engkau berikan kepada kami. Jadikanlah kami orang-orang yang pandai bersyukur kepada-Mu. Amin."

3. "Mulai berpikir positif dan bersyukur atas apa yang sudah dimiliki. Perlahan, tapi pasti, hidupmu akan berubah jadi lebih baik."

4. "Hidupku memang tidak sempurna, tapi aku bersyukur atas semua yang aku miliki."

5. "Bersyukur adalah cara terbaik agar merasa cukup, bahkan ketika berkekurangan. Jangan berharap lebih sebelum berusaha lebih."

6. "Ya Allah, aku berterima kasih dan bersyukur kepada-Mu sebab telah diberi tempat yang indah di sekeliling orang-orang yang menyayangi dan mendukung diriku."

7. "Aku bersyukur karena Allah telah memberiku begitu banyak anugerah. Semuanya terbukti dari banyaknya kesempatan berbuat baik yang datang berkali-kali kepadaku.

8. "Kebahagiaan bukan milik mereka yang memiliki segalanya, namun milik mereka yang mampu bersyukur atas apa yang mereka miliki saat ini.

9. "Mengucap syukur dan bersabar adalah rem untuk memperlambat ketinggian hati, kecepatan lupa diri, dan kelebihan ambisi."

10. "Ketika kamu bersyukur, kamu tak akan merasa sedih atau merasa kekurangan. "

11. "Mulai sekarang, berhentilah selalu mengeluh, syukuri segala yang Anda dapatkan dan miliki karena keluhan itu tidak berguna, hanya akan membuat orang lain bosan dan tidak akan menyelesaikan masalah apa pun."

12. "Saat sukses bisa bersyukur, saat gagal pun tetap bersyukur karena sesungguhnya, kekayaan dan kebahagian sejati ada di dalam rasa syukur.

13. "Bahagialah secukupnya, sedih seperlunya, mencintai sewajarnya, membenci sekadarnya, dan bersyukurlah sebanyak-banyaknya."

14. "Makin banyak kita bersyukur, makin banyak pula kebahagiaan hidup yang kita dapatkan."

15. "Jangan pernah menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka sukses akan menghampirimu."

Sumber:
- https://hikmahquran.blogspot.com/2015/10/pentingnya-bersyukur.html
- https://today.line.me/id/v2/article/EOGevk


Baca juga: Rejeki tidak salah alamat

24 Agustus

Rejeki Tidak Akan Salah Alamat

emas batangan


Pernah naik angkot? Pernah mengamati pola yang dilakukan oleh penumpang-penumpang atau sopirnya? Begitulah kira-kira konsep rejeki.

1. Ada penumpang yang sudah di depan pintu angkot. Tinggal selangkah lagi naik. Ternyata, si sopir menunjukkan gelagat akan ngetem dalam waktu yang lama. Berselang detik, ada angkot serupa yang menyalip angkot yang sedang berhenti itu. Alhasil, calon penumpang yang sudah di rahang pintu itu, berubah niat. Akhirnya, naik angkot yang barusan menyalip.

2. Ada satu penumpang. Sendirian. Duduk dengan manis. Tapi, dia sedang terburu-buru. Ternyata, eh ternyata, sopir angkotnya ngetem lama, pakai banget, karena menunggu angkotnya terisi penuh. Akhirnya, lantaran terburu-buru dan kesal, tentunya, sang penumpang yang sudah duduk di dalam pintu itu, serta merta keluar sembari ngomel-ngomel

3. Ada dua penumpang, menuju tujuan akhir. Di arah sebaliknya, ada segerombolan anak sekolah yang dikira oleh sopir angkot, bahwa mereka menunggu angkot jurusan yang dia sopiri. Nah, dengan mudahnya, dia berhenti, menepi, dan berkata kepada dua penumpangnya, "Maaf, turun di sini aja ya, saya gak sampai ke tujuan akhir." Dengan kesal, dua penumpang itu turun. Meski tanpa bayar, diturunkan di tengah jalan itu sesuatu yang mengesalkan dan tidak terhormat sedikitpun.

Dari ketiga kasus ini, semua menjelaskan kepada kita satu kaidah. Bahwa rejeki itu misteri Allah. Dia, bisa memberi kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dia juga sangat bisa untuk menahan rejeki siapa saja sesuai kehendakNya.

Jangankan penumpang yang baru naik, yang sudah naik pun; bisa turun seketika. Rejeki hilang, tidak ada transaksi. Bahkan, dalam kasus ketiga, rejeki yang tinggal mengunduh, ditinggalkan begitu saja, hanya karena mengira akan ada rejeki yang lebih baik. Padahal, belum tentu. Hanya sebetas perkiraan.

Hal lain yang perlu kita perhatikan, bahwa ia akan pergi. Meski kita kejar. Jika, dia memang bukan rejeki. Ia juga akan datang, meski kita menghindar, jika memang dia adalah rejeki jatah kita.

Sehingga, dalam setiap upaya, harus sungguh-sungguh dan memahami betul tentang konsep ini. Insya Allah, dengan pemahaman yang betul, kita tak perlu risau. Meskipun, sekarang tanggal tua.

Mari bersemangat, menyambut rejeki, berniat jihad. Untuk diri, istri, anak-anak, keluarga. Agar kita kuat, dan tidak meminta-meminta.

 

Sumber: http://pribadimanfaat.blogspot.com/2014/03/rejeki-tak-mungkin-salah-alamat.html

26 Juli

Kesibukan Malaikat di Bulan Ramadhan

 

ramadhan

Meski Ramadhan telah berlalu di tahun ini, namun tidak ada salahnya kita mengulas lagi tentang kesibukan para malaikat di bulan yang mulia ini.

Surga selalu dihias dan diberi harum-haruman dari tahun ke tahun karena masuknya bulan Ramadhan. Pada malam pertama Ramadhan itu, muncullah angin dari bawah Arsy yang disebut al Mutsirah. Karena hembusan al Mutsirah ini, daun-daunan dari pepohonan di surga bergoyang dan daun-daun pintunya bergerak, sehingga menimbulkan suatu rangkaian suara yang begitu indahnya. Tidak ada seorang atau mahluk apapun yang pernah mendengar suara seindah suara itu, sehingga hal itu menarik perhatian para bidadari yang bermata jeli.
Mereka berdiri di tempat tinggi dan berkata, “Apakah ada orang-orang yang melamar kepada Allah, kemudian Allah akan mengawinkannya dengan kami??”

Tidak ada jawaban dan penjelasan apapun, maka para bidadari itu bertanya kepada malaikat penjaga surga, “Wahai Malaikat Ridwan, malam apakah ini?”

Malaikat Ridwan berkata, “Wahai para bidadari yang cantik jelita, malam ini adalah malam pertama Bulan Ramadhan!!”
Para bidadari itu berdoa, “Ya Allah, berikanlah kepada kami suami-suami dari hamba-Mu pada bulan ini!!”

Maka tidak ada seorangpun yang berpuasa di Bulan Ramadhan (dan diterima puasanya) kecuali Allah akan mengawinkannya dengan para bidadari itu, kelak di dalam kemah-kemah di surga.

Kemudian terdengar seruan Firman Allah, “Wahai Ridwan, bukalah pintu-pintu surga untuk umat Muhammad yang berpuasa pada bulan ini.

Wahai Malik (Malaikat penjaga neraka), tutuplah pintu-pintu neraka untuk mereka yang berpuasa bulan ini.

Wahai Jibril, turunlah ke bumi, kemudian ikatlah setan-setan yang jahat dengan rantai-rantai dan singkirkan mereka ke dasar lautan yang dalam, sehingga mereka tidak bisa merusak (mengganggu) puasa dari umat kekasih-Ku, Muhammad!!”

Para malaikat itu dengan segera melaksanakan perintah Allah tersebut. Itulah sebabnya di dalam Bulan Ramadhan itu kebanyakan umat Islam sangat mudah untuk berbuat amal kebaikan. Suatu hal yang sangat sulit untuk diamalkan pada bulan-bulan lainnya.

Gangguan setan (dari kalangan jin) dan hawa panas neraka untuk sementara ditiadakan, hawa sejuk surga yang penuh rahmat dan kasih sayang Allah melimpah ruah membangkitkan semangat untuk terus beribadah kepada-Nya. Musuh yang harus dihadapi tinggal gangguan setan dalam bentuk manusia dan hawa nafsu, yang mereka itu juga telah dilemahkan dengan adanya kewajiban puasa.

Pada riwayat lain disebutkan, pada malam pertama Bulan Ramadhan itu Allah berfirman, “Barang siapa yang mencintai-Ku maka Aku akan mencintainya, barang siapa yang mencari-Ku maka Aku akan mencarinya, dan barang siapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya berkat kehormatan Bulan Ramadhan ini (dan puasa yang dijalankannya) !!”

Kemudian Allah memerintahkan malaikat Kiramal Katibin (malaikat-malaikat pencatat amalan manusia) untuk mencatat amal kebaikan dari tiga kelompok orang-orang tersebut dan menggandakannya, serta memerintahkan untuk membiarkan (tidak mencatat) amal keburukannya, bahkan Allah juga menghapus dosa-dosa mereka yang terdahulu.

Pada setiap malam dari Bulan Ramadhan itu, Allah akan berseru tiga kali, “Barang siapa yang memohon, maka Aku akan memenuhi permohonannya. Barang siapa yang kembali kepada-Ku (Taa-ibin, taubat) maka Aku akan menerimanya kembali (menerima taubatnya). Barang siapa yang memohon ampunan (maghfirah) atas dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya…!!”

Pada malam yang ditetapkan Allah sebagai Lailatul Qadr, Allah memerintahkan Jibril dan rombongan besar malaikat untuk turun ke bumi. Jibril turun dengan membawa panji hijau yang kemudian diletakkan di punggung Ka’bah. Ia mempunyai 600 sayap, dua di antaranya tidak pernah dipergunakan kecuali pada Lailatul Qadr, yang bentangan dua sayapnya itu meliputi timur dan barat. Kemudian Jibril memerintahkan para malaikat yang mengikutinya untuk mendatangi umat Nabi Muhammad SAW. Mereka mengucapkan salam pada setiap orang yang sedang beribadah dengan duduk, berdiri dan berbaring, yang sedang shalat dan berdzikir, dan berbagai macam ibadah lainnya pada malam itu. Mereka menjabat tangan dan mengaminkan doa umat Nabi Muhammad SAW hingga terbit fajar.
Ketika fajar telah muncul di ufuk timur, Jibril berkata, “Wahai para malaikat, kembali, kembali!!”

Para malaikat itu tampaknya enggan untuk beranjak dari kaum muslimin yang sedang beribadah kepada Allah. Ada kekaguman dan keasyikan berada di tengah-tengah umat Nabi Muhammad SAW, yang di antara berbagai kelemahan dan keterbatasannya, berbagai dosa dan kelalaiannya, mereka tetap beribadah mendekatkan diri kepada Allah, tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah.

Mendengar seruan Jibril untuk kembali, mereka berkata, “Wahai Jibril, apa yang diperbuat Allah untuk memenuhi permintaan (kebutuhan) orang-orang yang mukmin dari umat Nabi Muhammad ini?’
Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah melihat kepada mereka dengan pandangan penuh kasih sayang, memaafkan dan mengampuni mereka, kecuali empat macam manusia…!”
Mereka berkata, “Siapakah empat macam orang itu?”
Jibril berkata, “Orang-orang yang suka minum minuman keras (khamr, alkohol, narkoba dan sejenisnya), orang-orang yang durhaka kepada orang tuanya, orang-orang yang suka memutuskan hubungan silaturahmi, dan kaum musyahin!!”

Para malaikat itu cukup puas dengan penjelasan Jibril dan mereka kembali naik ke langit, ke tempat dan cara ibadahnya masing-masing seperti semula.
Ketika Nabi SAW menceritakan hal ini kepada para sahabat, salah seorang dari mereka berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah kaum musyahin itu?”
Nabi SAW bersabda, “Orang yang suka memutuskan persaudaraan, yaitu orang yang tidak mau berbicara (karena perasaan marah, dendam dan sejenisnya) kepada saudaranya lebih dari tiga hari!!”

Malam berakhirnya bulan Ramadhan, yakni saat buka puasa terakhir dan memasuki malam Idul Fitri, Allah menamakannya dengan Malam Hadiah (Lailatul Jaa-izah). Ketika fajar menyingsing, Allah memerintahkan para malaikat untuk turun dan menyebar ke seluruh penjuru negeri-negeri yang di dalamnya ada orang-orang yang berpuasa. Mereka berdiri di jalan-jalan dan berseru, dengan seruan yang didengar oleh seluruh mahluk kecuali jin dan manusia, “Wahai umat Muhammad, keluarlah kamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, yang memberikan rahmat begitu banyak dan mengampuni dosa yang besar!!”
Ketika kaum muslimin keluar menuju tempat-tempat shalat Idul Fitri dilaksanakan, Allah berfirman kepada para malaikat, “Wahai para malaikat-Ku, apakah balasan bagi pekerja jika ia telah menyelesaikan pekerjaannya??”
Mereka berkata, “Ya Allah, balasannya adalah dibayarkan upah-upahnya!!”
Allah berfirman, Wahai para malaikat, Aku persaksikan kepada kalian semua, bahwa balasan bagi mereka yang berpuasa di Bulan Ramadhan, dan shalat-shalat malam mereka adalah keridhaan dan ampunan-Ku!!”

 


Baca juga: Prestasi iblis

23 Juli

Prestasi Terbesar Iblis

salah jalan oleh iblis

Iblis merupakan musuh yang nyata bagi kita. Hendaknya kita selalu waspada akan godaan iblis dan bala tentaranya.Godaan ini bisa secara terang-terangan, bisa juga secara halus sehingga kita terlena dan tidak menyadarinya. Berikut adalah artikel salah satu prestasi terbesar bagi iblis.

Prestasi Terbesar bagi Iblis adalah Merusak Keluarga. Dan Keluarga Muslim adalah Bidikan Utamanya...

“Dari Jabir, Nabi ‘alaihis shalatu was salam bersabda, “Sesungguhnya iblis singgasananya berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan ini.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah bepisah (talak) dengan istrinya.’ Kemudianl iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu.'” (HR. Muslim 2813).

Faidah hadits:

1. Dalam hadis ini, iblis memuji dan berterima kasih atas jasa tentaranya yang telah berhasil menggoda manusia, sehingga keduanya bercerai tanpa sebab yang dianggap dalam syariat. Ini menunjukkan bahwa perceraian suami istri termasuk diantara perbuatan yang disukai iblis.

2. Iblis menjadikan singgasananya di atas laut untuk menandingi Arsy Allah Ta’ala, yang berada di atas air dan di atas langit ketujuh.

3. Pada dasarnya talak adalah perbuatan yang dihalalkan. Akan tetapi, perbuatan ini disenangi iblis, karena perceraian memberikan dampak buruk yang besar bagi kehidupan manusia. Terutama terkait dengan anak dan keturunan. Oleh karena itu, salah satu diantara dampak negatif sihir yang Allah sebutkan dalam al-Qur’an adalah memisahkan antara suami dan istri. Allah berfirman,
“Mereka belajar dari keduanya (harut dan marut) ilmu sihir yang bisa digunakan
untuk memisahkan seseorang dengan istrinya.” (QS. Al-Baqarah: 102).




Artikel lainnya: Khalifah Umar dan Sungai Nil

16 Juli

Kisah Umar dan Sungai Nil

Kisah Umar dan Sungai Nil
 
 
sungai

Inilah kisah seorang pemimpin yang bahkan sungai pun mendengarkan perintahnya dengan izin Allah SWT. Ia adalah sosok pemimpin yang sangat tawadhu' kepada Allah, sangat tegas dalam Urusan Agama Allah dan Ia adalah sahabat Rasulullah SAW yang mendapat Ilham dari Allah SWT seperti disabdakan oleh Nabi SAW :
"Sungguh orang-orang sebelum kalian dari Bani Isra'il ada yang diberikan Ilham walaupun mereka bukan Nabi, jika ada salah seorang dari umatku yang mendapatkannya maka Umarlah orangnya."

Dan berikut kisahnya :

Kami mendapatkan riwayat dari jalur Ibnu Lahi'ah dari Qais bin Hajjaj dari seseorang yang pernah mengisahkan padanya, orang itu berkata, "Ketika Mesir ditaklukkan, penduduknya mendatangi Amr bin al-'Ash tepat ketika masuk bulan Bu'unah yang merupakan salah satu bulan penanggalan orang Akan. Mereka berkata, "Wahai Amr, sungai Nil kami ini memiliki tradisi yang dengannya arus sungai ini bisa mengalir." Amr bertanya, "Apa tradisi itu?" Mereka menjawab, "Lewat 12 malam dari bulan ini, biasanya kami akan mencari seseorang perawan dari kami akan mengambilnya dari kedua orang tuanya, kami berusaha agar keduanya merelakan anaknya tersebut kami bawa. Setelah itu kami akan menghiasnya dengan berbagai perhiasan dan pakaian yang paling indah, setelah itu kami akan korbankan dirinya dengan mencampakkannya ke sungai tersebut." Amr menjawab, "Tradisi ini tidak akan mungkin terulang dalam Islam. Sesungguhnya Islam akan meruntuhkan segala tradisi sebelumnya." Akhirnya mereka tidak berbuat apa-apa sejak bulan Bu'unah, Abib dan Masra sementara air sungai Nil tidak sedikit pun mengalir, hingga penduduk Mesir telah bersiap-siap untuk eksodus. Akhirnya Amr menulis surat kepada Umar dan memberitakan kejadian tersebut. Umar membalas surat Amr dan berkata, "Sesungguhnya kebijakan yang kau ambil sudah tepat, dan aku telah mengirimkan bersana surat ini sebuah lembaran. Maka campakkanlah lembaran ini ke Sungai Nil."

Sesampainya surat itu, Amr segera mengambil kartu tersebut, dan ternyata di dalamnya tertulis :

_"Dari hamba Allah Umar bin al- Khattab kepada Sungai Nil milik penduduk Mesir. Amma ba'du, jika engkau mengalir karena dirimu dan atas keinginanmu sendiri, maka tidak usah kau mengalir dan kami tidak membutuhkanmu tetapi jika engaku mengalir karena perintah Allah Yang Maha Esa dan Perkasa, Sebab Dia-lah yang membuatmu mengalir, maka kami memohon kepada Allah agar membuatmu mengalir."_

Maka segera Amr mencampakkan kartu itu ke sungai Nil. Tepat di pagi hari sabtu Allah telah mengalirkannya dan permukaan air bertambah sebanyak 16 hasta dalam satu malam, dan Allah telah merubah tradisi jahiliyah mereka di Mesir sehak tahun itu hingga hari ini.


Artikel lain:

Mendidik Keluarga