Sekilas Berkenalan dengan Ilmu Tajwid

Menguasai ilmu tajwid merupakan keharusan bagi seluruh muslim ketika hendak membaca Al-Quran. Hal ini untuk menghindari kesalahan baca yang dapat mengakibatkan pergeseran makna ayat.
 
Ayo! Mengenal Tajwid dalam Al Quran - Tajwid adalah ilmu mempelajari tata cara / kaidah-kaidah membaca al Qur'an dengan baik dan benar. mempelajari bagaimana pengucapan huruf-huruf hijaiyyah dari makhrajnya disamping harus pula diperhatikan hubungan setiap hururf dengan yang sebelum dan sesudahnya dalam cara pengucapannya. Oleh karena itu, tajwid tidak dapat diperoleh hanya sekedar dipelajari namun juga harus melalui latihan, praktek, dan menirukan orang yang baik bacaannya. Tentu ilmu tajwid tidak bisa dipelajari secara otodidak (tanpa guru/pembimbing), dikhawatirkan akan sesat dan menyesatkan, hehehehh.

Selain itu Allah sendiri memerintahkan kita dalam membaca al Qur'an harus tartil, yaitu membaguskan bacaan huruf-huruf al Qur'an dengan terang, teratur serta memperhatikan waqaf atau tanda berhenti. tapi sebenarnya hukum mempelajari Ilmu tajwid itu sendiri adalah fardhu kifayah. tapi untuk membaca al Qur'an dengan baik dan benar (sesuai dengan kaidah ilmu tajwid) adalah fardhu 'ain. (wajib bagi semua orang -Islam- tanpa terkecuali).

Definisi Ilmu Tajwid (al Qur'an)

Lafadz tajwid menurut bahasa artinya
(تجويد) secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid berasal dari kata Jawwada (تجويدا - يجوّد جوّد) dalam bahasa Arab yang artinya memperbaiki/membaguskan sedangkan menurut istilah ialah mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberikan haknya (hak huruf adalah sifat asli yang selalu bersamanya seperti sifat al-jahr, isti’la, istifal dan lain sebagainya) dan mustahaknya (mustahak huruf adalah sifat yang nampak sewaktu-waktu seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa’ dan lain sebagainya). 

Ayo! Mengenal Tajwid dalam Al Quran image
Ilustrasi: Ayo! Mengenal Tajwid dalam Al Quran

Ayo! Mengenal Tajwid dalam Al Quran

Keutamaan Ilmu Tajwid (al Qur'an)

Ilmu tajwid adalah ilmu yang paling utama nan agung. Sebab ilmu ini berkenaan langsung dengan al Qur'an Karim, diantara keistimewaannya adalah sebagai berikut:

1. Mempelajari dan mengajarkan al-Qur’an merupakan tolok ukur kualitas seorang muslim. Sabda Rasulullah SAW. Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)

2. Mempelajari al-Qur’an adalah sebaik-baik kesibukan. Allah SWT berfirman dalam hadist qudsi: Barangsiapa yang disibukkan oleh al-Qur’an dalam rangka berdzikir kepadaKu, dan memohon kepadaKu, niscaya aku akan berikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaankalam Allah daripada seluruh kalam selainNya, seperti keutamaan Allah atas makhlukNya(H.R. At-turmudzi)

3. Dengan mempelajari al-Qur’an maka akan turun sakinah (ketentraman), rahmat, malaikat dan Allah Swt. menyebut-nyebut orang yang mempelajari kepada makhluk yang ada disisi-Nya.


Adapun permasalah pelajari dalam ilmu adalah makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf), shifatul huruf (cara pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani. Wa'allahu 'alam.

Dalil al Qur'an tentang tajwid

Dasar yang mewajibkan untuk membaca al-Quran dengan tajwid antara lain:
  1. Allah swt. berfirman أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً "Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”[QS.Al-Muzzammil: 4].. Melalui ayat ini Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca al-Quran yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid). 
  2. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a. (istri Nabi Saw.), ketika beliau ditanya tentang bagaimana bacaan dan sholat Rasulullah Saw, maka beliau menjawab: "Ketahuilah bahwa Baginda Saw. sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah Saw. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (Hadits 2847 Jami' At-Tirmizi). 
Semoga artikel sekilas berkenalan dengan ilmu tajwid ini bermanfaat. Terima kasih sudah membaca.

Artikel terkait: Membaca Taawud